Itinerary Berkelana di Ibukota Bersejarah Kesultanan Mataram, Kotagede

https://alif.id/wp-content/uploads/2017/09/Masjid-Kotagede.jpg

Kotagede, Yogyakarta

Hai Kawan Kelana pernah gak sih kepikiran untuk memasukan ekspedisi kedalam itinerary traveling kamu? nah, Mbak Ina dan Mas Inu punya itinerary yang seru banget nih untuk berkelana di Ibukota kesultanan terbesar di Indonesia ini, yaitu Kotagede. 

Melakukan hal baru emang seru banget dan pastinya menabah wawasan baru buat kamu. Nah sejarahnya Kotagede dulunya bernama Alas Mentaok (alas = hutan) adalah sebuah hadiah dari Sultan Hadiwijaya untuk Ki Gede Pemanahan atas prestasinya menaklukan musuh kerajaan. Ki Gede Pemanahan beserta keluarga dan pengikutnya akhirnya bermigrasi ke hutan tersebut, yang sebenarnya merupakan hutan bekas kerajaan yang besar pada abad ke-8 yang membangun Candi Prambanan dan Borobudur yang bernama Mataram Kuno. 

Desa kecil yang didirikan Ki Gede Pemanahan di hutan itu mulai makmur hingga masa kemimpinannya digantikan oleh putranya yang bergelar Senapati Ingalaga. Dibawah kepemimpinan Senapati desa itu tumbuh menjadi kota yang semakin ramai dan makmur hingga disebut Kotagede (kota yang besar). Dalam kiprahnya sebagai pemimpin Senapati Ingalanga membangun benteng dalam (cepuri) yang cakupannya mengelilingi Kraton dan benteng dalam (baluwarti) yang mengelilingi kota seluas 200 Ha. Selanjutnya Senapati Ingalaga menjadi raja pertama Mataram Islam yang bergelar Panembahan Senopati dengan pusat pemerintahannya di Kotagede.

Berkelana di Kotagede

Dalam perkembangannya Kotagede tetap ramai meskipun sudah tidak lagi menjadi Ibukota kerajaan. Tetapi berbagai peninggalan sejarah seperti makam para Raja, Masjid Gedhe Mataram Kotagede, rumah-rumah dan bangunan tradisional dengan arsitektur jawa kuno masih bisa kamu temukan disana. 

Kawan Kelana bisa memulai dari Pasar Legi Kotagede untuk mencoba jajanan pasar khas disana pada pagi hari. Selain itu Kotagede juga terkenal sebagai sejuta pintu, dimana kamu bisa menemukan bangunan arsitektur jawa kuno yang instgramble di beberapa gang yang ada di Kotagede. Setelah itu Kawan Kelana bisa berekspedisi melihat peninggalan sejarah abad ke-16 yang masih ada di Kotagede ini.  

Pasar Legi Kotagede

Nah, titik pertama yang bisa kamu kunjungi di Kotagede adalah pasar ini, menurut Mbak Ina sih Kawan Kelana harus datang pagi hari karena kamu bisa mencoba jajanan pasar khas di pasar ini khususnya kue Kipo. Pasar Legi Kotagede sudah menjadi pusat ekonomi pada zaman kerajaan yang membuat pasar ini menjadi yang tertua di Yogyakarta. 

Sejuta Pintu

Setelah dari Pasar Legi Kotagede Kawan Kelana bisa melanjutkan dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana Jawa Kuno. Disini terdapat gang-gang yang memebuat Kotagede dikenal juga sebagai sejuta pintu, Kawan Kelana bisa menuju Gang Soka, Gang Pos Malang, Gang Werkudoro dan Between Two Gates. 

Masjid Gedhe Mataram Kotagede

Nah, titik selanjutnya yang bisa kamu kinjungi adalah masjid ini, disini Kawan Kelana akan menemukan banyak tanda-tanda peninggalan Raja-Raja dan toleransi antar umat beragama. Masjid tertua di Yogyakarta ini dibangun pada abad ke-16 dan juga menjadi saksi bisu perjuangan dari masa kerajaan yang ada hingga saat ini.

Makam Raja-Raja Mataram

Tidak jauh dari Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Kawan Kelana bisa berziarah ke makam para pendiri Kesultanan Mataram yaitu Panembahan Senopati, ayahnya Ki ageng Pamenahan dan Sri Sultan Hamengkubuwono II. Untuk memasuki area makam Kawan Kelana wajib mengenakan busana adat jawa yang disewakan disana dan mengikuti peraturan makam. Makam dibuka pada hari Senin, Kamis, Jum’at dan Minggu.    

Chocolate Monggo

Setelah berkelana melihat sejarah Kotagede Kawan Kelana bisa berjalan 1 menit dari Makam Raja-raja Mataram menuju Chocolate Factory asli Yogyakarta ini, disini kamu bisa membeli coklat dan menyaksikan langsung pembuatan coklatnya. 

Pusat Kerajinan Perak

Yogyakarta sudah terkenal turun-temurun dari masa kerajaan untuk kerajinan peraknya, untuk melihatnya Kawan Kelana bisa berjalan di Jl. Kemasan dan Jl. Tegalgendu yang berjejer toko perak hasil Kotagede Yogyakarta.

Lokasi

Kotagede, Yogyakarta

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Derah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin – Minggu 

24 Jam

Pasar Legi Kotagede, Kotagede

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin – Minggu 

24 Jam

Masjid Gedhe Mataram, Kotagede

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin – Minggu 

24 Jam

Makam Raja-Raja Mataram, Kotagede

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin, Kamis, Jumat & Minggu 

08.00 – 16.00  

Gang Soka, Kotagede

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Gang Soka, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin – Minggu 

24 Jam

Between Two Gates, Kotagede

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota & Kabupaten

Yogyakarta & Bantul

Alamat

Jl. Masjid Besar, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Waktu Operasional

Senin – Minggu 

24 Jam

Tempat umum terdekat

  • D’hardjosoewarno, Jl. Mondorakan No.32, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

  • Mulyo Harsono Blangkon, Jl. Masjid Besar Mataram, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

  • Warung Bu Yuni (88), Jl. Masjid Besar Mataram, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

  • SPBU Giwangan, Jl. Ringroad Selatan, Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.

  • SPBU Singosaren, Jl. Ringroad Selatan, Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

  • ATM Mandiri, Jl. Kemasan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

  • ATM BRI, Jl. Mondorakan, Desa jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY

  • ATM BCA, Jl. Nyi Pembayun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY

  • ATM BNI, Jl. Tegal Gendu, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

Puskesmas Kotagede 1, Jl. Kemasan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

Polsek Kotagede Jl. Nyi Pembayun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

Cara menuju kesana

Untuk menuju Kotagede Kawan Kelana bisa memulai dari Pasar Legi Kotagede sebagai pintu masuk menuju titik yang lain. Kawan Kelana bisa berpatokan pada Gembira Loka Zoo dan Jl. Perintis Kemerdekaan untuk menuju Pasar Legi Kotagede, setelah itu Kawan Kelana akan melewati Jl. Kemasan jika dari Gembira Loka Zoo, atau Jl. Mondorakan jika kamu berpatokan pada Jl. Perintis Kemerdekaan.  

Sesampainya di Pasar Legi Kota Gede, jika Kawan Kelana menggunakan roda 2 tidak perlu khawatir untuk memarkir kendaraan di area Pasar Legi Kotagede, dan jika Kawan Kelana menggunakan kendaraan roda 4 kamu bisa memarkir kendaraan di area Makam Raja-Raja Mataram.

Jika Kawan Kelana ingin merasakan pengalaman adventure, kamu juga bisa menggunakan kendaraan umum. Kawan Kelana bisa menggunakan Trans Jogja dengan koridor 3A, 3B dan 2A. Pilihan kedua adalah menggunakan aplikasi ojek online untuk menuju Pasar Legi Kotagede.

Things to do

Ekspedisi

Bukan Inainu.id kalau tidak bisa kasih pengalaman seru. Kotagede adalah bekas sebuah Ibukota kerajaan besar di Nusantara, dengan berkelana melihat peninggalan abad ke-16 masa kerajaan Mataram Islam yang masih aktif hingga saat ini dan berjalan di gang-gang Kotagede, Kawan Kelana akan terasa dibawa oleh mesin waktu kembali ke zaman Jawa Kuno.

  • Uang cash
  • Pakaian ganti
  • Kamera
  • Air minum botol
  • Pagi hari adalah waktu yang cocok untuk memulai berkelana di Kotagede, karena kamu bisa mencoba jajanan pasar yagnada di Pasar Legi Kotagede dan menikmati aktifitas ekonomi yang sudah ada pada abad ke-16 ditempat yang sama.
  • Daerah Kotagede untuk pariwisatanya tidak begitu luas jadi kamu bisa berjalan kaki sambil menikmati suasana Jawa Kuno di Kotagede.
  • Gang Soka, Gang Pos Malang, Gang Werkudoro dan Between Two Gates adalah gang-gang yang bisa kamu lewati untuk merasakan kembali ke masa Jawa Kuno.
  • Gang Pos Malang & Gang Wekudoro masih berada satu kawasan dengan Gang Soka.
  • Jika Kawan Kelana ingin berziarah kedalam Makam Raja-Raja Mataram, kamu wajib menggunakan baju lurik lengkap dan membersihkan diri di Sendang Seliran, jadi pastikan kamu membawa pakaian ganti.
  • Ketika memasuki makam selalu ikuti peraturan yang ada, salah satunya jangan mengambil foto didalam makam.
  • Semua pintu masuk kawasan yang di Kotagede tidak dipungut biaya, tapi kamu juga harus berjaga-jaga membawa uang cash untuk keperluan pribadi kamu. 
  • Karena Kotagede sekarang berfungsi sebagai permukiman, tempat aktifitas ekonomi dan pariwisata kamu akan mudah sekali menemukan ATM di daerah Kotagede ini.
  • Jagalah selalu kebersihan di Kotagede dengan membuang sampah pada tempatnya.

Photography

Masa sih suasana dan moment berjalan kembali kemasa Jawa Kuno dilewatkan. Tapi selain berfoto dengan latar suasana jawa kuno dan sejuta pintunya, Kawan Kelana juga bisa berfoto menggunakan baju lurik yang disewakan dengan suasana Mataram pada abad ke-16. Tapi ingat, kamu tidak boleh berfoto didalam Makam Raja-Raja Mataram.

  • Uang cash
  • Kamera
  • Aksesoris/Kostum untuk foto 
  • Air minum botol
  • Pagi hari adalah waktu yang cocok untuk memulai berkelana di Kotagede, karena kamu bisa mencoba jajanan pasar yagnada di Pasar Legi Kotagede dan menikmati aktifitas ekonomi yang sudah ada pada abad ke-16 ditempat yang sama.
  • Daerah Kotagede untuk pariwisatanya tidak begitu luas jadi kamu bisa berjalan kaki sambil menikmati suasana Jawa Kuno di Kotagede.
  • Gang Soka, Gang Pos Malang, Gang Werkudoro dan Between Two Gates adalah gang-gang yang bisa kamu lewati untuk untuk mengambil foto dengan latar Jawa Kuno.
  • Gang Pos Malang & Gang Wekudoro masih berada satu kawasan dengan Gang Soka.
  • Peraturan melarang pengambilan gambar/foto didalam makam, tapi Kawan Kelana tetap bisa menyewa baju lurik dan berfoto di area luar makam dengan latar arsitektur Mataram Islam pada abad ke-16.
  • Jika Kawan Kelana ingin berziarah kedalam Makam Raja-Raja Mataram, kamu wajib menggunakan baju lurik lengkap dan membersihkan diri di Sendang Seliran, jadi pastikan kamu membawa pakaian ganti.
  • Semua pintu masuk kawasan yang di Kotagede tidak dipungut biaya, tapi kamu juga harus berjaga-jaga membawa uang cash untuk keperluan pribadi kamu. 
  • Karena Kotagede sekarang berfungsi sebagai permukiman, tempat aktifitas ekonomi dan pariwisata kamu akan mudah sekali menemukan ATM di daerah Kotagede ini.
  • Jagalah selalu kebersihan di Kotagede dengan membuang sampah pada tempatnya.

Tingkat kesulitan

1 %
Kawan Kelana

Penilaian ini bersifat subjektif, jadi kembali kepada adventure level kamu sendiri

1 %
Keluarga Kelana

Penilaian ini bersifat subjektif, jadi kembali kepada adventure level keluarga kamu sendiri.

Kisaran harga

Angka dibawah adalah kisaran budget kamu selama berkelana di Kotagede versi itinerary Inainu.id, budget tersebut dapat berubah tergantung pada keperluan pribadi kamu. 

Rp100.000

Kelana Kotagede

  • Membeli jajanan pasar legi
  • Membeli bekal perjalanan/air minum
  • Menyewa baju lurik
  • Makan siang
  • Membeli 1 batang cokelat monggo

Kuliner

Restaurant – Sate, Tongseng & Gule kambing

Payment: Cash only

Pasar Legi Kotagede, Jl. Masjid Besar, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

Restaurant – Traditional Javanese food

Payment: Cash only

Gang Kampung Pekaten, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

 

Restaurant – Soto

Payment: Cash only

 

Jl. Mondorakan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY.

Quick bites – Kue Kipo

Payment: Cash only

Jl. Mondorakan, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Koya Yogyakarta, DIY.

Coffee shop

Payment: Cash only

Jl. Mondorakan, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.

Kawan Kelana tertarik berkelana disini?

Tanya aja, gratis kok. Tanya Mbak Ina dan Mas inu. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *